Tampilkan postingan dengan label Artikel RPP Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel RPP Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Mei 2017

Langkah-Langkah Pembelajaran RPP Revisi 2017

Informasi penting untuk para pendidik sekolah dasar dan menengah. Telah dilakukan pelatihan Kurikulum 2013 Revisi 2017. Meskipun materi dan komptensinya sama dengan revisi 2016, akan tetapi Langkah-Langkah Pembelajaran RPP Revisi 2017 ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Berikut ini langkah-langkah pembelajaran yang dikutip dari pedoman penyusunan RPP Revisi 2017:
Langkah-Langkah Pembelajaran RPP Revisi 2017
Langkah-Langkah Pembelajaran RPP Revisi 2017

Langkah-Langkah Pembelajaran RPP Revisi 2017

1) Dintegrasi:
a) 4C (kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi, kemampuan berpikir/lebih luas dari HOTS):
  • CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK): PROSES KONSEPTUALISASI, MENERAPKAN, MENGANALISIS, DAN MENGEVALUASI MELALUI PROSES BERPIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF (sintesis dari Scriven dan Paul, 1984; Facione, dkk., 1995; Scheffer dan Rubenfield, 2000).
  • CREATIVITY (KREATIVITAS): KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN SOLUSI, IDE, KONSEP, TEORI, PROSEDUR, PRODUK. INOVASI ADALAH BENTUK KREATIVITAS (sintesis antara Fullan, 2013 dan OECD, 2014)
  • COLLABORATION (KERJASAMA): KEMAMPUAN KERJASAMA DALAM KELOMPOK BAIK TATAP MUKA ATAU MELALUI KOMUNIKASI DUNIA MAYA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH, MENYELESAIKAN KONFLIK, MEMBUAT KEPUTUSAN, DAN NEGOSIASI UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU (sintesis antara Lai, 2011 dan Dede, 2010)
  • COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI): KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PIKIRANATAU PANDANGAN DAN HASIL LAIN DALAM BENTUK LISAN, TULISAN, MENGGUNAKAN IT, DAN KEMAMPUAN MENDENGAR, KEMAMPUAN MEMAHAMI PESAN (revisi dari Fullan, 2013, Canada, 2014)
b) HOTS (kemampuan berpikir)
c) Literasi antara lain pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan, dll
d) Karakter

2) Pembelajaran dirancang: interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

3) Dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup
a) Kegiatan Pendahuluan:
  • menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
  • memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;
  • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  • menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
  • menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
b) Kegiatan Inti:
  • menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.
  • Menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan lain yang relevan dengan karakteristik materi dan mata pelajaran.
  • Mengembangkan sikap melalui proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan (seluruh aktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong peserta didik untuk melakukan aktivitas tersebut)
  • Mengembangkan pengetahuan melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta.
  • Mengembangkan keterampilan melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
  • Seluruh isi materi mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong peserta didik untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan.
c) Kegiatan Penutup
guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi hal-hal berikut.
  • seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  • menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
Read more

Minggu, 12 Juni 2016

Pengertian Kurikulum Pendidikan, Komponen dan Fungsinya

@Ulasan tentang Pengertian Kurikulum, Komponen dan Fungsinya ini kami berikan untuk menjawab pertanyaan beberapa teman kita yang masih bingung tentang pengertian Kurikulum. Hal ini dimaklumi karena yang bersangkutan baru menempuh perkuliahan yang membahas tentang kurikulum pendidikan. Meskipun media ini disadari sangat terbatas, namun saya harap dapat memberi gambaran. Agar pemahaman tentang kurikulum lebih mantap, diharapkan setelah membaca ulasan singkat ini dapat menjadi dasar untuk mencari referensi yang lebih akurat dan lengkap. Ulasan ini akan dimulai dari pengertian kurikulum, lalu disusul dengan komponen kurikulum dan diakhhiri dengan fungsi kurikulum.

Pengertian Kurikulum Menurut Ahli

Kurikulum pendidikan adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

Meskipun banyak ahli yang mendefinisikan kurikulum, teppi kita dapat menarik sebuah pengertian secara umum. Pengertian kurikulum adalah seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar. 

Secara etimologis, kurikulum berasal dari istilah curriculum dimana dalam bahasa inggris, kurikulum adalah rencana pelajaran. Curriculum berasal dari bahasa latin yaitu currere, kata currere memiliki banyak arti yaitu berlari cepat, maju dengan cepat, menjalani dan berusaha untuk.

Dalam bahasa arab, kurikulum disebut dengan manhaj yang berarti jalan yang dilalui manusia pada berbagai bidang kehidupan, dalam pengertian kurikulum pendidikan bahasa arab yang dikenal dengan istilah manhaj al-dirasah yang jika dilihat artinya pada kamus tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan sebagai acuan lembaga pendidikan untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan. 


Pengertian kurikulum menurut definisi Kerr, J.F (1968) adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik disekolah maupun diluar sekolah. 

Pengertian kurikulum menurut definisi Inlow (1966), mengemukakan pendapatnya bahwa pengertian kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang khusus oleh pihak sekolah guna membimbing murid untuk memperoleh hasil dari pembelajaran yang sudah ditentukan. 

Menurut definisi Neagley dan Evans (1967), pengertian kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah. 

Menurut pendapat Beauchamp (1968), pengertian kurikulum adalah dokumen tertulis yang kandungannya berisi mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik dengan melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 

Pengertian kurikulum menurut definisi Good V.Carter (1973), mengemukakan pendapatnya bahwa pengertian kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pembelajaran yang sistematik. 

Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 

Pengertian kurikulum menurut definisi Murray Print yang mengemukakan pendapatnya bahwa pengertian kurikulum adalah sebuah ruang pembelajaran yang terencana, yang diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati oleh semua siswa pada saat kurikulum diterapkan.

Dari Pengertian Kurikulum secara umum dan pengertian kurikulum menurut definisi para ahli dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan pedoman untuk melaksanakan proses pendidikan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu. Itulah sebabnya, setiap negara dapat memiliki kurikulum yang berbeda-beda karena memiliki tujuan yang berbeda pula. Hal ini juga berarti bahwa pembahasan tentang kurikulum pendidikan harusnya berpedoman pada azas masing-masing negara.

Komponen Kurikulum

Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Para ahli berbeda pendapat dalam menetapkan komponen-komponen kurikulum. Ada yang mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum. Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen kurikulum berikut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu:
  • komponen tujuan
  • komponen isi/materi
  • komponen media (sarana dan prasarana)
  • komponen strategi
  • komponen proses belajar mengajar.
Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu:
  • Objective (tujuan)
  • Knowledges (isi atau materi)
  • School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah)
  • Evaluation (penilaian).
Pendapat tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun pada intinya sama yakni:
  • Tujuan
  • Isi dan struktur kurikulum
  • Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar)
  • Evaluasi.

Fungsi Kurikulum

Setelah kita membaca tentang pengertian kurikulum menurut ahli di atas, maka kita juga dapat memahami bahwa fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:
  • Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
  • Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
  • Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan

Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  • Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan
  • Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi:
  1. Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan
  2. Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan
  3. Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.

Fungsi kurikulum yang ada di atasnya

  • Fungsi Kesinambungan. Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya.
  • Fungsi Persiapan Tenaga. Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.

Fungsi Kurikulum Bagi Guru

Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembangan kurikulum dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.

Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah

Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilan program pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.

Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor)

Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.

Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat

Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilai serta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kurikulum suatu sekolah.

Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan

Instansi atau perusahaan yang mempergunakan tenaga kerja yang baik dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produktivitas.

Kurikulum Pendidikan Indonesia, hingga saat ini sudah mengalami tujuh kali perubahan, yaitu
  1. Kurikulum 1968
  2. Kurikulum 1975
  3. Kurikulum 1984
  4. Kurikulum 1994
  5. Kurikulum 2004
  6. Kurikulum 2006
  7. Kurikulum 2013
Ada pun tentang kurikulum terbaru, yaitu kurikulum 2013 - (kerap juga dikacaukan dengan istilah kurikulum nasional, padahal sejauh ini dipahami bahwa kurikulum nasional hanyalah istilah untuk menyatakan bahwa kurikulum tersebut berlaku secara nasional) - sudah mengalami perubahan atau revisi beberapa kali sejak diluncurkannya. Kurikulum 2013 menurut revisi terbaru, yaitu 2016, dapat anda pahami pada artikel Poin Perubahan Kurikulum 2013 Revisi 2016 (klik untuk membacanya)
Read more

Minggu, 20 September 2015

RPP Kurikulum 2013 Sesuai PERMENDIKBUD No. 103/104 Tahun 2014

@
RPP Kurikulum 2013 Sesuai PERMENDIKBUD No. 103/104 Tahun 2014

Selamat Datang di Portal RPP Kurikulum 2013 ! Jika Anda adalah guru yang telah mendapatkan sertifikasi pendidik. Setidaknya Anda dituntut untuk lebih profesional dalam mengajar. Persiapan pembelajaran yang baik tentu akan berimbas pada pelaksanaan pembelajaran yang juga baik.

RPP adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang merupakan bagian dari Perangkat Pembelajaran yang wajib disusun oleh setiap guru. Pada kurikulum 2013, RPP disusun oleh guru untuk setiap Kompetensi Dasar baik dalam satu kali pertemuan ataupun beberapa kali pertemuan dengan merencanakan penggalan pelaksanaan pembelajaran pada RPP. RPP harus disusun secara lengkap dan sistematis dengan bahan ajar terbaru.

Dan yang menjadi peertanyaan, apakah anda sudah memiliki RPP atau Perangkat Pembelajaran model Kurikulum 2013 seperti yang dijelaskan di atas?

Portal RPP Kurikulum 2013 adalah salah satu situs toko online terpercaya yang menjual berbagai jenis produk, salah satunya adalah Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 lengkap untuk semua Mata Pelajaran SMA/MA, SMP/MTs dan SD/Mi yang tentunya memberikan kelebihan sebagai berikut :

  • Tidak Perlu Ribet Dan Susah Mondar Mandir Mencari Di Google, Ujung-Ujungnya Yang Dicari Tidak Didapat.
  • Tidak Makan Waktu Dan Menghabiskan Banyak Tenaga
  • Tidak Perlu Download 1 Per 1, Per Kelas, Per Mata Pelajaran
  • File Dalam Bentuk Ms.Word Bukan Pdf
  • File Sudah Siap Pakai
  • File Langsung Bisa Di Edit Menyesuaikan Dengan Sekolah Anda Dan Nama Anda
  • Cd Dikirm Langsung Ke Alamat Anda
  • Bagi Anda Yang Mempunyai Alamat Yang Susah Dijangkau, Kami Memberikan Alternatif Lain Dengan Mengirim File Langsung Ke Email Anda
  • Respon Cepat, (Sms,Telpon, dan BBM)
  • Garansi 100% Uang Kembali Jika Paket CD Telat

Untuk melihat keseluruhan Perangkat Pembelajaran yang kami sediakan, silahkan KLIK DI SINI
Read more