Login

Lost your password? Register New Account

Kerukunan Antar Umat Beragama

Senin, 23 Juli 2012 18:11

Kerukunan antar umat beragama. Perbedaan di setiap agama merupakan fenomena yang tidak bisa di hindari oleh setiap pemeluk agama di dalam lingkungan yang plural seperti Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang memiliki masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks menjadikan Indonesia dikenal dengan sebutan multikultural, memiliki keanekaragaman ras, suku, agama yang berbeda. Bertempat tingggal di salah satu jalan Kota Makassar Sulawesi Selatan, tepatnya di Sermani Tello Baru membuat saya mengerti tentang arti sebuah keragaman.

Mayoritas penduduk yang berasal dari Tana Toraja (salah satu kabupaten di Sulsel) menjadikan daerah tempat tinggal saya ini sebagai penduduk mayoritas penganut Umat Kristiani. Agama Islam dan Hindu tergolong sebagai kaum minoritas. Memiliki blok sebanyak lima jalan yaitu Sermani satu, dua, tiga, empat dan lima. Saya tinggal di blok ke-dua, tempat dimana Umat Muslim bermukim.Interaksi yang sering kali terjalin diantara kami tidaklah nampak sebagai ancaman terciptanya konflik seperti di daerah lain. Hal ini menjadikan saya dapat lebih membandingkan secara nyata mengenai tingkat keragaman dari segi kenyakinan yang tidak menimbulkan konflik berkesinambungan.

Terwujudnya kerukunan antar umat beragama atau toleransi antar umat beragama acapkali terlihat pada saat pesta-pesta besar, sebut saja pesta kematian. Masyarakat Suku Toraja memiliki tradisi dalam proses pemakaman dengan melaksanakan pesta yang besar. Dihadiri oleh banyak kerabat atau sanak saudara memerlukan banyak bantuan dalam proses pengerjaanya. Inilah yang selalu saya lihat ditiap prosesi, dimana banyaknya kaum wanita membantu di dalam dapur (baik berasal dari Umat Muslim maupun Kristiani). Hal yang cukup menarik bagi saya adalah tempat makan dan peralatan masaknya berbeda (karena Umat Muslim tidak memakan semua makanan yang di halalkan bagi kaum Kristiani).

Selain itu, nampak kaum lelaki (baik anak-anak maupun dewasa) membantu membuat tenda di sekitaran rumah si mayit (keluarga yang meninggal). Belum lagi pada prosesi Ma’ Baddong (ritual mengantar si mayit menujuh alam lain) dibutuhkan partisipasi banyak orang.

Pada hari raya besar pun para umat beragama saling mengunjungi (berziarah) satu sama lain yakni dari rumah kerumah. Selain saling mengunjungi, memberi makanan juga menjadi salah satu budaya yang saya lihat di tiap tahunnya. Pada hari raya Idul Fitri, Natal maupun tahun baru.

Kerukunan antar umat beragama di lingkungan saya ini dapat tergolong aman, konflik yang acapkali terlihat di daerah-daerah yang memiliki tingkat plural yang tinggi tidak terwujud di tempat tinggal saya yang gersang ini. Adanya pemahaman perbedaan yang alami dan tidak menimbulkan diskriminasi terhadap pihak lain antar umat beragama saya rasakan.

Sebagai orang yang berasal dari budaya berbeda (Jawa), perbedaan pengucapan bahasa dalam berinteraksi tidaklah menjadi hambatan saya untuk bersosialisasi dengan lingkungan selama ini. Bahkan saya berteman cukup akrab dengan orang yang beragaman Kristen Protestan. Selama 20 tahun saya dibesarkan di tempat belakang PT.Sermani textil ini menjadikan saya tidak apatis dengan kenyakinan sendiri. Saya terbiasa dengan menghargai pemeluk agama lain dengan bergaul, berteman yang berbeda kenyakinan.

Pada proses penjagaan keamanan di daerah kami tersebut, para lelaki dewasa saling bahu membahu menjaga daerah kami. Membentuk team jaga malam telah terwujud, beronda demi upaya menjaga masyarakat setempat. Selain itu, dominan masyarakat di Sermani ini memiliki mata pencaharian sebagai pegawai, sekalipun terdapat beberapa keluarga yang bekerja sebagai buruh harian tetapi perbedaan status sosial tidaklah terusik sedikit pun. Terbukti ditiap kegiatan-kegiatan sosial seperti acara 17-an maupun gotong royong acapkali antusianisme antar kami, menunjukkan terwujudnya kerukunan antar umat beragama.

Catatan: Artikel ini merupakan intisari dari makalah yang saya tulis sebagai salah satu tugas mata kuliah. Semoga artikel ini dapat menjadi sumbangan pemikiran untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Tanggapan para pembaca yang membangun sangat saya harapkan dalam hal ini.

Sumber gambar: mindaudahedu.wordpress.com


Tag:, , , , , , , , ,

Artikel Terkait

One Response to “Kerukunan Antar Umat Beragama”

  1. ePendidikan mengatakan:

    terima kasih kepada penulis yang telah bersedia memberikan kontribusinya berupa hasil observasi dan perenungannya.

Leave a Reply